Analysis Of The Implementation Of The Foster Parents Movement To Prevent Stunting (GENTING) Program In East Seram District, 2025–2026

Main Article Content

Suhartini Suhartini
Dian Novita Maba
M. Yunus

Abstract

Stunting remains a serious nutritional challenge in Seram Bagian Timur (SBT) District, with a prevalence of 27.5% in 2023 — well above the national average. In response, the Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) program was socialized in SBT in January 2025, targeting 218 at-risk families across 15 sub-districts. This study aims to analyze the early implementation of the GENTING program in SBT District in 2025-2026 using an Input-Process-Output (IPO) framework. A descriptive quantitative approach was applied using secondary data, comprising the 2024 stunting-risk family recapitulation, field verification and validation (verval) results, and Orang Tua Asuh (OTA) distribution records as of June 9, 2026. Three key findings emerged: first, there were significant inconsistencies between planned targets and verval results across sub-districts, with deviations ranging from -75% to +460% of initial targets; second, OTA assistance coverage reached only 9.0% of 211 verified beneficiaries, with 7 sub-districts receiving no assistance at all; third, 95% of distributed aid consisted of nutritional support despite 24.6% of target families lacking adequate sanitation facilities, alongside inconsistencies in aid values, some falling below the national minimum standard of IDR 15,000 per day. It is concluded that the early implementation of GENTING in SBT faces three structural problems: data accuracy in planning, geographic disparity in aid distribution, and suboptimal matching of aid type to beneficiary risk profiles.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Suhartini, S., Dian Novita Maba, & M. Yunus. (2026). Analysis Of The Implementation Of The Foster Parents Movement To Prevent Stunting (GENTING) Program In East Seram District, 2025–2026. International Journal of Health Engineering and Technology, 5(2). https://doi.org/10.55227/ijhet.v5i2.941
Section
Health

References

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN-PASTI). BKKBN.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2025). Panduan pemutakhiran, verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting. BKKBN.

Detik.com. (2024, Desember 5). Menteri Wihaji luncurkan Program Genting, fokus penurunan stunting. https://www.detik.com/jabar/berita/d-7671799/menteri-wihaji-luncurkan-program-genting-fokus-penurunan-stunting

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Seram Bagian Timur. (2025). Data rekapan bantuan orang tua asuh Program GENTING per 9 Juni 2026 [Data tidak dipublikasikan].

Hermawati, L., Wulansari, E., Ulfah, N., Zulfah, H., Tsaqifah, N., & Hidayati, M. (2025). Analisis deskriptif Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024: Prevalensi dan faktor determinan stunting pada balita di Provinsi Banten. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JGKP/article/view/36646

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2025). Prevalensi stunting tahun 2024 turun jadi 19,8 persen, pemerintah terus dorong penguatan gizi nasional. https://www.kemenkopmk.go.id/prevalensi-stunting-tahun-2024-turun-jadi-198-persen-pemerintah-terus-dorong-penguatan-gizi-nasional

Olo, A., Mediani, H. S., & Rakhmawati, W. (2021). Hubungan faktor air dan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1113–1126. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/788

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. (2021). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Purnamasari, I., et al. (2024). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita: Sebuah literature review. Mitra Raflesia: Journal of Health Science. https://jurnal.stikesbhaktihusada.ac.id/index.php/MR/article/view/372

RRI. (2024, Mei 13). Prevalensi stunting di Maluku naik 2,3 persen. https://rri.co.id/ambon/kesehatan/687508/prevalensi-stunting-di-maluku-naik-2-3-persen

Slodia, M. R., Ningrum, P. T., & Sulistiyani, S. (2022). Analisis hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 59–64.

Suarayasa, K., Wandira, B. A., & Yani, A. (2023). Hubungan sarana sanitasi dasar dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Kota Palu Sulawesi Tengah. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI). https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/3547

Suwakul, I. (2025a). Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2025 [Materi presentasi]. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Seram Bagian Timur, 31 Januari 2025.

Suwakul, I. (2025b). Laporan keluarga berisiko stunting sasaran GENTING di Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2025 [Materi presentasi Rapat Aksi I dan Aksi II TPPS]. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Seram Bagian Timur, 2 Mei 2025.